Pengusaha Sukses yang Memuliakan Ibu
Tidak hanya sekali atau dua kali saya mendengar kisah perjalanan hidup
seseorang hingga bisa sukses, karena orang-orang sukses itu dalam
hidupnya selalu memuliakan orangtuanya, terutama Ibunya. Padahal kalau
kita lihat sepintas lalu, Ibu tidak terlalu ikut berkecimpung aktif
dalam usaha atau perusahaan anaknya, dan sepintas lalu, peran Ibu kadang
tidak terlalu terlihat secara fisik atau secara materi dalam
mengembangkan usaha anaknya.
Namun kenapa banyak orang-orang sukses yang mengakui bahwa Ibunya adalah
inspirasi dan motivasi dalam kesuksesan hidupnya? Kenapa orang-orang
sukses itu sangat memuliakan Ibunya?
Karena mungkin orang-orang sukses itu mungkin telah memahami dan
mendalami arti dan makna kehidupan secara hakiki. Mungkin ia telah
mendapatkan kecerdasan spritual, dan menjalankan dengan baik segala
Perintah-Nya, serta menghentikan semua Larangan-Nya. Dan terutama bagi
Muslim, mungkin mereka selalu mendalami, mengikuti dan menjalankan
Hadist dan Sunnah dari Rasulullah.
Seperti gambaran dalam ulasan saya sebelumnya di Menggapai Hidup Sukses
Dengan Memuliakan Ibu, dan biar lebih jelas, saya sertakan kutipan
sebagai berikut:
"Karena begitu mulianya posisi seorang ibu, maka pantas saja ada sebuah
pepatah yang mengatakan: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu".
Pantas saja Allah SWT menurunkan Firman tentang derajat kemuliaan ibu
dan bapak (orang tua) yang ada dalam Kitab Suci (QS Luqman: 14). Pantas
saja melalui sebuah riwayat, Rasulullah SAW menjawab pertanyaan dari
seseorang tentang urutan siapa-siapa saja orang yang harus dihormati dan
dimuliakan di dunia ini, seperti uraian tanya jawab berikut ini:
Siapa saja orang paling berhak aku patuhi (hormati) ya Rasul?
Rasulullah menjawab: "Ibumu"
Sesudah itu siapa lagi ya Rasul? Jawab Rasulullah: "Ibumu"
Sesudah itu siapa lagi ya Rasul? Jawab Rasulullah: "Ibumu"
Sesudah itu siapa lagi ya Rasul? Jawab Rasulullah: "Bapakmu"
Dari uraian tanya jawab di atas, terlihat begitu tingginya derajat dan
kemuliaan seorang ibu, bahkan melebihi bapak. Terlihat dari urutan 1.
Ibu, 2. Ibu, 3. Ibu lagi, dan bapak di urutan nomor 4. Untuk itu
sebagai bahan evaluasi dan renungan untuk kita bersama, termasuk juga
bagi penulis, apakah kita sudah berbakti dan mengabdi kepada ibu bapak
kita? Apakah kita sudah selalu mengirimkan doa kepada ibu bapak kita,
baik yang masih hidup, maupun ibu bapaknya yang sudah meninggal?"
Nah, sebagai salah satu contoh pengalaman, mungkin seorang Chairul
Tanjung, Pemilik (CEO) utama CT Corp atau Trans TV Corporation yang kita
kenal sebagai seorang pengusaha sukses, dan namanya sudah mendunia,
menjalankan Firman dan Hadist di atas dalam memuliakan Ibunya. Hal itu
terlihat dari sikapnya kepada Ibunya saat acara peluncuran
otobiografinya di Trans Convention Hall, Bandung.
Seperti yang diberitakan Kompas, (30/6/12). "Chairul Tanjung tak kuasa
menahan air mata saat naik ke atas panggung dalam peluncuran buku
otobiografinya, Chairul Tanjung si Anak Singkong, Sabtu (30/6/2012)
malam di Trans Convention Hall, Bandung, Jawa Barat. Buku otobiografi
tersebut antara lain mengangkat peran Halimah, ibu Chairul, dalam
lembaran hidupnya.
Sebelumnya, buku itu diserahkan oleh Pemimpin Umum Harian Kompas, Jakob
Oetama. Begitu rampung, video pun diputar yang mengisahkan sekelibat
perjalanan hidup Chairul, yang dituangkan dalam buku otobiografi. Di
sana dikisahkan oleh aktor yang berperan sebagai Chairul saat sekolah
hingga kuliah.
Video rampung, alunan gitar pun terdengar dan Iwan Fals naik ke atas
panggung. Iwan Fals menyanyikan lagu Ibu, dengan latar belakang yang
memperlihatkan foto Halimah.
Sambil bermain gitar, Iwan Fals membacakan penggalan buku yang berkisah
saat Chairul menemani ibunya menunaikan ibadah haji. Di sana dia
mendengarkan ulama yang mengisahkan hadits mengenai Salman Al Faritsi
yang dicintai Allah melebihi Sang Rasul karena baktinya pada ibu.
Chairul pun naik ke atas panggung bersama Halimah. di sana dia dipeluk
sang ibu dan sesekali Chairul menyeka air mata di pelupuk matanya.
Sewaktu memberi sambutan, beberapa kali suaranya tercekat karena menahan
tangis.
Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menuturkan bahwa
dia juga meneteskan air mata karena terharu. Dia pun memberi apresiasi
atas pencapaian yang diraih Chairul yang kini berusia 50 tahun."
(Kompas, 30/6/12)
Nah, dari contoh pengalaman hidup seorang Chairul Tanjung, pengusaha
sukses yang sangat memuliakan Ibunya, maka dapat kita petik hikmah dan
inspirasi positif dari cara-cara beliau memperlakukan Ibunya.
Semoga kita semua juga bisa sukses sesuai dengan kadar kita, dan selalu
bersyukur serta bahagia lahir dan batin di atas kesuksesan itu. Tentu
saja dengan selalu memuliakan Ibu dan bapak kita. Baik orangtuanya yang
masih hidup, maupun orangtuanya yang sudah meninggal, dengan selalu
mengirimkan doa dari anak yang Saleh dan Saleha.