Kamis, 13 Juni 2013

Pengusaha Sukses yang Memuliakan Ibu


Tidak hanya sekali atau dua kali saya mendengar kisah perjalanan hidup seseorang hingga bisa sukses, karena orang-orang sukses itu dalam hidupnya selalu memuliakan orangtuanya, terutama Ibunya. Padahal kalau kita lihat sepintas lalu, Ibu tidak terlalu ikut berkecimpung aktif dalam usaha atau perusahaan anaknya, dan sepintas lalu, peran Ibu kadang tidak terlalu terlihat secara fisik atau secara materi dalam mengembangkan usaha anaknya.

Namun kenapa banyak orang-orang sukses yang mengakui bahwa Ibunya adalah inspirasi dan motivasi dalam kesuksesan hidupnya? Kenapa orang-orang sukses itu sangat memuliakan Ibunya?

Karena mungkin orang-orang sukses itu mungkin telah memahami dan mendalami arti dan makna kehidupan secara hakiki. Mungkin ia telah mendapatkan kecerdasan spritual, dan menjalankan dengan baik segala Perintah-Nya, serta menghentikan semua Larangan-Nya. Dan terutama bagi Muslim, mungkin mereka selalu mendalami, mengikuti dan menjalankan Hadist dan Sunnah dari Rasulullah.

Seperti gambaran dalam ulasan saya sebelumnya di Menggapai Hidup Sukses Dengan Memuliakan Ibu, dan biar lebih jelas, saya sertakan kutipan sebagai berikut:

"Karena begitu mulianya posisi seorang ibu, maka pantas saja ada sebuah pepatah yang mengatakan: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu". Pantas saja Allah SWT menurunkan Firman tentang derajat kemuliaan ibu dan bapak (orang tua) yang ada dalam Kitab Suci (QS Luqman: 14). Pantas saja melalui sebuah riwayat, Rasulullah SAW menjawab pertanyaan dari seseorang tentang urutan siapa-siapa saja orang yang harus dihormati dan dimuliakan di dunia ini, seperti uraian tanya jawab berikut ini:

Siapa saja orang paling berhak aku patuhi (hormati) ya Rasul?

Rasulullah menjawab: "Ibumu"

Sesudah itu siapa lagi ya Rasul? Jawab Rasulullah: "Ibumu"

Sesudah itu siapa lagi ya Rasul? Jawab Rasulullah: "Ibumu"

Sesudah itu siapa lagi ya Rasul? Jawab Rasulullah: "Bapakmu"

Dari uraian tanya jawab di atas, terlihat begitu tingginya derajat dan kemuliaan seorang ibu, bahkan melebihi bapak. Terlihat dari urutan 1. Ibu, 2. Ibu, 3. Ibu lagi, dan bapak di urutan nomor 4. Untuk itu sebagai bahan evaluasi dan renungan untuk kita bersama, termasuk juga bagi penulis, apakah kita sudah berbakti dan mengabdi kepada ibu bapak kita? Apakah kita sudah selalu mengirimkan doa kepada ibu bapak kita, baik yang masih hidup, maupun ibu bapaknya yang sudah meninggal?"

Nah, sebagai salah satu contoh pengalaman, mungkin seorang Chairul Tanjung, Pemilik (CEO) utama CT Corp atau Trans TV Corporation yang kita kenal sebagai seorang pengusaha sukses, dan namanya sudah mendunia, menjalankan Firman dan Hadist di atas dalam memuliakan Ibunya. Hal itu terlihat dari sikapnya kepada Ibunya saat acara peluncuran otobiografinya di Trans Convention Hall, Bandung.

Seperti yang diberitakan Kompas, (30/6/12). "Chairul Tanjung tak kuasa menahan air mata saat naik ke atas panggung dalam peluncuran buku otobiografinya, Chairul Tanjung si Anak Singkong, Sabtu (30/6/2012) malam di Trans Convention Hall, Bandung, Jawa Barat. Buku otobiografi tersebut antara lain mengangkat peran Halimah, ibu Chairul, dalam lembaran hidupnya.

Sebelumnya, buku itu diserahkan oleh Pemimpin Umum Harian Kompas, Jakob Oetama. Begitu rampung, video pun diputar yang mengisahkan sekelibat perjalanan hidup Chairul, yang dituangkan dalam buku otobiografi. Di sana dikisahkan oleh aktor yang berperan sebagai Chairul saat sekolah hingga kuliah.

Video rampung, alunan gitar pun terdengar dan Iwan Fals naik ke atas panggung. Iwan Fals menyanyikan lagu Ibu, dengan latar belakang yang memperlihatkan foto Halimah.

Sambil bermain gitar, Iwan Fals membacakan penggalan buku yang berkisah saat Chairul menemani ibunya menunaikan ibadah haji. Di sana dia mendengarkan ulama yang mengisahkan hadits mengenai Salman Al Faritsi yang dicintai Allah melebihi Sang Rasul karena baktinya pada ibu.

Chairul pun naik ke atas panggung bersama Halimah. di sana dia dipeluk sang ibu dan sesekali Chairul menyeka air mata di pelupuk matanya. Sewaktu memberi sambutan, beberapa kali suaranya tercekat karena menahan tangis.

Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menuturkan bahwa dia juga meneteskan air mata karena terharu. Dia pun memberi apresiasi atas pencapaian yang diraih Chairul yang kini berusia 50 tahun." (Kompas, 30/6/12)

Nah, dari contoh pengalaman hidup seorang Chairul Tanjung, pengusaha sukses yang sangat memuliakan Ibunya, maka dapat kita petik hikmah dan inspirasi positif dari cara-cara beliau memperlakukan Ibunya.

Semoga kita semua juga bisa sukses sesuai dengan kadar kita, dan selalu bersyukur serta bahagia lahir dan batin di atas kesuksesan itu. Tentu saja dengan selalu memuliakan Ibu dan bapak kita. Baik orangtuanya yang masih hidup, maupun orangtuanya yang sudah meninggal, dengan selalu mengirimkan doa dari anak yang Saleh dan Saleha.